Hadiri Tolak Bala, Ini Pesan Bupati Sekadau Rupinus

Editor: Redaksi
SEKADAU, suaraborneo.id - Bupati Sekadau, Rupinus menghadiri Upacara adat Tolak Bala yang dilakukan oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Sekadau dan Tariu Borneo Bangkule Rajakng. Upacara Tolak Bala ini dilakukan untuk mengusir sakit penyakit dan roh jahat, terutama mengusir wabah virus corona (Covid-19). 

Saat diwawancarai wartawan, Bupati Sekadau Rupinus mengatakan, upacara adat tolak bala ini merupakan kearifan lokal dan sudah turun termurun. 

"Upacara adat ini merupakan salah satu upaya supaya kita dijauhkan dari musibah, sebagai salah satu wujud doa dari nenek moyang kita. Saya mengapresiasi kepada DAD, Tariu Borneo, tokoh adat yang terlibat dalam upacara adat tolak bala ini," ujar Bupati Sekadau Rupinus saat menghadiri upacara Tolak Bala di rumah Betang Youth Center, Senin (23/3).

Bupati Sekadau mengatakan, untuk saat ini melarang ASN maupun masyarakat lainnya untuk keluar daerah, Jakarta maupun Pontianak. Kecuali mendesak. 
Bagi mereka yang pulang usai perjalanan dinas supaya melapor ke Dinasa Kesehatan atau Puskesmas terdekat dan akan dipantau selama 14 hari. 

"Perintah Gubernur Kalimantan Barat, lakukan berbagai upaya apa saja dengan protokoler di dinas masing-masing dalam antisipasi virus corona (Covid-19)," kata Bupati Rupinus. 

Bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak melibatkan orang banyak, jaga jarak dengan orang, isolasi diri. Jangan sampai bersentuh langsung, hindari tempat umum/keramaian, cuci tangan, jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker.

Penulis: Tim liputan
Editor: Asmuni 
Share:
Komentar

Berita Terkini