Bupati Sintang Buka RAT Koperasi Raja SWA

Editor: Redaksi
SINTANG, suaraborneo.id - Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Produsen "Raja SWA" tahun buku 2019 Desa Bangun Kecamatan Sepauk. Kegiatan bertempat di Balai Ruai Desa Bangun, Rabu (18/3).

Hadir pada kegiatan ini, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah, H Sudirman, Kepala Dinas PMPTSP Yosep Sudianto, Anggota Dewan komisi B Bily Welsan serta tamu Undagan lainya. 

Bupati Sintang, Jarot Winarno dalam sambutanya manyampaikan, Desa Bangun  memang sudah ditetapkan sebagai desa Koperasi. Yang pertama, Koperasi Plasma Bubui Nasi, yang melaksanakan RAT pada tahun yang lalu dan di tambah kehadiran lagi Koperasi Raja SWA. 

"Semogga menjadi contoh dan bentuk kemitraan dan bentuk kemajuan koperasi di Desa Bangun ini," kata Jarot. 

Hadirnya koperasi produsen Raja Swa ini sebagai percontohan koperasi yang mandiri yang membentuk kemitraan perusahan dengan masyarakat melalui koperasi. Ada Koperasi Plasma dan Koperasi desa. Yang mandiri model ini sangat cepat kemajuannya. 

Yang perlu kita jaga dalam internal anggota adalah meningkat mutu dan kualitas serta pelatihan manajeman akutansi keuangannya, biar semangkin meningkat kualitasnya," pesannya. 

Kepengurusan koperasi produsen ini 
jangan sampai di luar manajemen koperasi menggangu kinerja kita. Semoga koperasi Raja SWA ini menjadi terang dan garam bagi desa-desa lain. Kembangkan saja koperasi Raja SWA ini, anggota semangkin luas dan anggota dari desa-desa sekitar mau bergabung dengan koperasi ini," ungkap Jarot. 

Bupati Sintang mengatakan, idealnya satu petani sawit mandiri, jika mau memdapatkan pendapatan yang baik minimal harus punya kebun 2 kapling atau 4 hektar yang di kelola oleh koperasi yang bekerjasama dengan perusahan. 

"Dengan begitu kita bisa menghitung pendapatan perkapita masyarakat perbulannya, sehingga kita bisa mengentaskan garis kemiskinan bagi masyarakat di desa bangun ini, jika  penghasilan perhari rata-rata 200 ribu dari koperasi produsen Raja Swa," katanya. 

Langkah yang baik Ini harus di kembangkan bersama melalui koperasi produsen Raja SWA sehingga mampu mensejahterakan masyarakat di Sepauk 

"Mari kita sama - sama membangun desa membangun masyarakat membangun koperasi, membangun pemerintah sehingga mempercepat kemajuan di kecamatan sepauk," ajak Jarot. 

Saya harap kepengurusan anggota koperasi ini bersungguh-sungguh, tekun dan sabar, mengikuti aturan yang ada supaya tetap berjalan dengan baik, sebab sudah ada 66 koperasi yang kita non aktifkan. Kita lebih baik sedikit tetapi berkualitas, seperti kita ketahui koperasi kebun ada sebanyak 152 koperasi akan tetapi yang aktif hanya 70 saja, sisanya tidak berjalan dengan baik, tambah Bupati Jarot. 

Darius Anu, selaku ketua koperasi mengatakan, RAT ini merupakan pertanggungjawaban pekerjaan pengurus dan pengawas koperasi. 

"Ini perlu dan harus kita laksanakan setiap tahunnya. Ini yang ke-5 kalinya kita laksanakan dari pertama berdiri dan umur koperasi ini sudah berumur 5 tahun dengan luas 97,8 hektar beranggota kan 76 orang," ujarnya. 

Darius memgatakan, Koperasi ini berjalan secara aturan sudah 60 persen, buah sudah di panen pada tahun 2018 lalu jumlah panen sebanyak 283 ton, nilai pendapatan bagi hasil sekitar Rp400 juta, dibagi perhektar dapatlah satu hektar kisaran Rp1,3 juta perhektar. (h) 
Share:
Komentar

Berita Terkini