PT.GSK Serahkan Bantuan Kepada Kelompok Wanita Tani Tulip

Editor: suaraborneo.id author photo
Kelompok wanita tani Tulip yang menerima bantuan dari PT GSK
LANDAK, suaraborneo.id - Kelompok Wanita Tani Tulip, yang berada di Desa Kumpang Tengah Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak mendapat bantuan dari
HPI-Agro melalui salah satu anak usahanya PT Gemilang Sawit Kencana (GSK).

Bantuan itu merupakan suatu komitmen untuk melakukan program-program CSR sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Kali ini diwujudkan dalam program kemandirian ekonomi yang merupakan satu dari tiga pilar yang selalu diusung perusahaan.

Program CSR kemandirian ekonomi kali ini berbentuk bantuan Budidaya Ayam Broiler yang diberikan kepada Kelompok Wanita Tani Tulip, yang berada di Desa Kumpang Tengah, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak. 

Penyerahan bantuan ini dilakukan  oleh Pimpinan PT. GSK, I Ketut Agus Mudana kepada Ketua Kelompok Wanita Tani Tulip, Lisa Permata Sari S.Pd dan disaksikan juga oleh Kepala Desa Kumpang Tengah, Martius. 

“Saya sangat mendukung program CSR yang seperti ini, masyarakat tidak hanya diberi bantuan tetapi juga diberi pendampingan sehingga program CSR dapat terealisasi dengan baik," tutur Kades Kumpang Tengah Martius.

Dikatakannya, Program CSR dari PT. GSK ini tidak hanya berdampak positif bagi Kelompok Tani tetapi juga dapat menjadi percontohan bagi masyarakat kami yang berada di Kumpang Tengah,

" Ini dibuktikan sudah beberapa warga yang mulai membudayakan ayam ras tersebut secara mandiri. Saya ucapkan terimakasih untuk PT. GSK yang sudah berkontribusi aktif dalam program-program CSR," ucap Martius yang juga sebagai pembina kelompok wanita tani Tulip.

Ditemui dikantornya Sabtu, 15 Februari 2020, Pimpinan PT. GSK, I Ketut Agus Mudana mengungkapkan komitmen PT. GSK untuk terus memberikan bantuan-bantuan CSR secara tepat sasaran bagi masyarakat sekitar. 

Mayarakat harus diarahkan pada pola pemikiran positif khususnya terkait kemandirian ekonomi sehingga mereka dapat berkembang maju beriringan dengan perusahaan, pada program budidaya ayam broiler.

" Kali ini kami tidak hanya memberi bantuan berupa modal budidaya, tetapi juga mempersiapkan segala suatunya dengan pendampingan secara berkelanjutan hingga proses pemasarannya," ungkap Ketut.

Dijelaskannya, CSR yang diberikan tak hanya pada program kemandirian ekonomi tetapi juga akan terus berkontribusi aktif pada CSR lainnya yang meliputi bidang pendidikan dan kesehatan serta lingkungan sesuai dengan pilar CSR perusahaan.

" Dengan bantuan ini harapan  kami dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat sekitar," jelas Ketut, dengan penuh semangat.

Penulis  : Anton
Editor     : Asmuni



Share:
Komentar

Berita Terkini