DPRD Sekadau Kesal, Jawaban Manajer PLN Ranting Sekadau Dianggap Klasik

Editor: Redaksi
Rapat lintas komisi DPRD Sekadau dengan PT PLN Ranting Sekadau 
SEKADAU, suaraborneo.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sekadau memanggil PT PLN Ranting Sekadau terkait kerapnya mati lampu. Rapat ini dihadiri lintas komisi, komisi I, II dan III bertempat di ruang rapat komisi DPRD Sekadau, Rabu (29/1).

Rapat dipimpin oleh ketua DPRD Kabupaten Sekadau, Radius Effendy dihadiri oleh ketua serta anggota komisi I, II dan III, Yodi Setiawan, Paulus Subarno, Ari Kurniawan Wiro, Bambang Setiawan, Matheus Candra Dawi, Lorensius Ardi Wiranata dan Moloi. 

Ketua komisi II DPRD Sekadau, Yodi Setiawan mengatakan seringkali mendengar 
keluhan dari masyarakat sekadau bahwa akhir ini sering terjadi pemadaman listrik. 

"Ini sangat merugikan masyarakat. Dalam satu hari lampu mati 2-3 kali dan padam cukup lama sampai berjam-jam," kata Yodi. 

Ketua komisi II ini mengatakan, imbas dari seringnya mati lampu salah satunya, yang berjualan ikan bisa busuk, yang memelihara ikan bisa mati. Yodi meminta PT PLN Ranting Sekadau untuk memperbaiki kinerja supaya lebih baik kedepan. 

"Saya sangat kecewa dengan kinerja PLN! 
Selaku wakil rakyat kami sangat kecewa, karna sangat merugikan masyarakat. 
Harapan saya, rapat kita pada hari ini ada hasilnya," tegas Yodi. 

"Jika Bapak tidak mampu bekerja mengelola PLN di Sekadau ini, silakan bapak mengajukan pindah," kesal Yodi kepada Manajer PT PLN Ranting Sekadau. 

Bambang Setiawan, dari fraksi PDIP juga mengatakan bahwa pemadaman listrik sering terjadi didaerah belitang. Sampai saat ini masih terus terjadi. Padam 2 sampai 3 jam. Apa masalahnya??? Dampaknya, pelanggan rugi materi, aktifitas terganggu.

"Kami minta supaya pelayanan terhadap masyarakat di tingkatkan. Kalau bisa memanimalisir pemadaman. Selain itu, apa solusi dari PLN kedepan," pinta Bambang. 

Ari Kurniawan Wiro, yang juga dari fraksi PDIP mengatakan, akibat dari pemadaman listrik, banyak menimbulkan kerugian dari segi ekonomi. 

"Kami minta penjelasan dari pihak PT PLN Ranting Sekadau, kenapa PLN sering padam," pinta Ari Kurniawan Wiro. 

Paulus Subarno, dari fraksi Hanura juga mempertanyakan, apa masalahnya PLN selalu padam. "Dari dulu PLN selalu seperti ini," tanya Subarno. 

Selain itu, Paulus Subarno juga meminta pihak PLN, supaya ada pemberitahuan jika ada pemadaman listrik. 

"Jangan sampai mati lampu tanpa pemberitahuan," tegas Subarno. 

Sementara, anggota DPRD lainnya, Matheus Candra Dawi, Lorensius Ardi Wiranata dan Moloi juga mempertanyakan hal yang sama kepada pihak PT PLN Sekadau. 

Sementara, jawaban dari Manajer PT PLN Ranting Sekadau, Romeo Pujiantoro didampingi Supervisor, Samson Hadi Prabowo  berkali-kali hanya dengan jawaban "lampu mati disebabkan banyak gangguan pohon, ranting dan pohon tumbang". 

"Frekuensi drop karna suplai terlalu jauh," katanya. 

"Kita juga masih banyak suplai dari sanggau dan Sintang. Kalau beban terlalu tinggi, maka akan membuang beban secara otomatis. 
Mesin operasi 24 jam, jadi mesin panas," sambung Manajer PT PLN Ranting Sekadau, Romeo. 

Ia mengatakan, roten puncak Sekadau sekitar 9 MW di suplai dari 3 tempat yaitu, Suak Payung, Samboja PLN Sanggau dan Sintang. 

Sehingga, jawaban Romeo-pun langsung dibantah oleh pihak DPRD bahwa jawaban itu dari dulu sudah sering didengar dan itu jawaban klasik! 

Karna dianggap jawaban itu tidak masuk akal. DPRD meminta bagaimana langkah pihak PLN untuk mengantisipasi listrik yang sering padam. 

Penulis: Tim liputan 
Editor: Asmuni 


Share:
Komentar

Berita Terkini