Sambut 1 Muharram 1441 H Paguyuban Jawa Ketapang Gelar Wayang Kulit

Editor: Redaksi
KETAPANG, suaraborneo.id - Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah Keluarga Paguyuban Jawa Ketapang menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Pentas Seni Budaya Pendopo Bupati Ketapang Sabtu malam, (31/8/2019).

Pagelaran wayang kulit tersebut merupakan puncak acara hari ulang tahun Keluarga Paguyuban Jawa Ketapang yang ke 22 tahun. Ki Dalang Turyadi menjadi dalang saar memainkan wayang kulit yang menceritakan kisah "Semar Boyong". 

Ketua Keluarga Paguyuban Jawa Ketapang Achmad Sholeh menjelaskan, kisah wayang kulit Semar Boyong mencerminkan masyarakat sebagai  mahluk tuhan harus selalu mengintrospeksi diri, cermat dan waspada terhadap segala godaan yang sifatnya menyesatkan. 

"Dalam rangka memperingati 1 Muharram 1441 Hijrah dan yang bertepatan dengan 1 Suro 1951 Saka, Paguyuban Jawa Kabupaten Ketapang telah mengadakan dari pagi tadi bakti sosial sunatan massal dan santunan anak yatim dan malam ini kita lanjutkan lagi dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Semar Boyong," jelas Achmad Sholeh di sela-sela pagelaran wayang kulit, Sabtu malam (31/8/2019).

Achmad Sholeh yang juga merupakan legislator partai Golkar Kabupaten Ketapang tersebut berharap dengan pagelaran wayang kulit ini  kebudayaan  daerah  bisa berkembang, tak hanya kebudayaan Jawa namun juga seluruh kebudayaan dari etnis lain yang ada di Kabupaten Ketapang. 

"Perbedaan bukan untuk permusuhan tapi perbedaan ini hanya untuk persatuan. Dengan adanya budaya seperti ini kami mengharapkan dapat menjadi perekat keharmonisan antar etnis yang terjaga sangat baik di Kabupaten Ketapang ini," kata Achmad Sholeh. 

Tak hanya dihadiri bupati wakil bupati serta unsur forkopimda Kabupaten Ketapang, pagelaran wayang kulit semalam suntuk tersebut juga dihadiri tokoh masyarakat dari seluruh etnis yang ada di Kabupaten Ketapang. (red)
Share:
Komentar

Berita Terkini