SINTANG, suaraborneo.id – Pemerintah Kabupaten Sintang mendorong lurah, kepala desa, dan ketua RT meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai perkembangan di wilayah masing-masing. Pemantauan secara aktif dinilai penting agar setiap persoalan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat.
Asisten I Setda Sintang Yustinus J saat membuka Sosialisasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) bersama lurah dan ketua RT se-Kecamatan Sintang, Rabu (23/9/2026) _ [tim/dok]
Hal tersebut disampaikan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Bidang Pemerintahan, Yustinus J, saat mewakili Wakil Bupati Sintang membuka Sosialisasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Sintang bersama lurah dan ketua RT se-Kecamatan Sintang, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sintang bersama FKDM Kabupaten Sintang tersebut berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Sintang. Sosialisasi mengusung tema “Mewujudkan Wilayah Aman dan Kondusif: Kenali, Cegah Dini, Lapor Cepat, Temu Cepat”.
Yustinus mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mengantisipasi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang berpotensi muncul di tengah masyarakat.
Menurutnya, Kabupaten Sintang memiliki masyarakat yang beragam, baik dari sisi agama, budaya, suku maupun latar belakang sosial. Keberagaman tersebut, kata dia, harus dipandang sebagai kekuatan dalam mendukung pembangunan daerah.
“Pemkab Sintang ingin agar keberagaman ini kita jadikan sebuah anugerah dan kekuatan besar yang menjadi pondasi untuk pembangunan yang maju. Semakin beragam maka akan terjadi dinamika sosial yang kompleks. Namun, keberagaman juga pasti ada potensi gesekan dan konflik sosial. Maka Pemkab Sintang perlu melakukan antisipasi sejak dini,” ujar Yustinus.
Ia meminta lurah, kepala desa dan ketua RT aktif memantau kondisi lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
“Sintang ini adalah rumah besar bersama. Sintang didiami berbagai macam suku, agama dan golongan. Saya minta lurah, kepala desa, dan ketua RT untuk mengawasi wilayahnya dengan baik supaya cepat mengetahui kalau ada kejadian,” katanya.
Selain pengawasan lingkungan, Yustinus juga mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan telepon seluler dan media sosial. Ia meminta warga tidak menyebarkan maupun membuat konten yang dapat menyinggung kelompok lain dan memicu konflik.
“Kita harus bijak menggunakan handphone dan mengakses media sosial. Jangan menyinggung kelompok lain,” pesannya.
Yustinus menegaskan, kewaspadaan dini merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat dan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas serta kerukunan di Kabupaten Sintang.
Dalam konteks tersebut, FKDM diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah daerah dalam mendeteksi potensi konflik sosial dan membantu penanganannya secara komprehensif.
“Kewaspadaan dini semua kalangan wajib dilakukan bahkan menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas dan kerukunan yang merupakan syarat mutlak bagi kemajuan Kabupaten Sintang,” jelasnya.
Ia menambahkan, penanganan konflik sosial membutuhkan kerja bersama melalui pendekatan yang menyeluruh dan terintegrasi, mulai dari tahap pencegahan, penghentian konflik hingga pemulihan pascakonflik. (tim)