-->

Digagalkan Penyelundupan 58, 3 Ton Rotan Mentah Ilegal

Editor: Redaksi
Sebarkan:

Rotan mentah sebanyak 58, 3 Ton yang berhasil digagalkan tim gabungan DJBC Kalbagbar dari upaya penyelundupan. (Foto:humas)
PONTIANAK, suaraborneo - Tim gabungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat berhasil menggagalkan ekspor ilegal 58,3 ton rotan mentah senilai Rp2.915.500.000 yang dilakukan oleh PT ESP.

Dalam konferensi pers Rabu (21/1/2026) yang  dipimpin  Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Barat, Muhamad Lukman, dan dihadiri oleh unsur Forkopimda Kalimantan Barat disebutkan terungkapnya upaya penyelundupan rotan ini setelah adanya analisis intelejen.

"Penindakan ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam melindungi sumber daya alam serta mendukung hilirisasi industri dalam negeri," ungkap Kakanwil DJBC Kalbagbar, Muhamad Lukman.

Penyelundupan ini terbongkar setelah adanya analisis intelijen terhadap dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang mencurigakan. Untuk mengelabui petugas, pelaku memberitahukan barang tersebut sebagai Coconut Product (produk kelapa). Namun, saat dilakukan pemeriksaan fisik pada 19 Desember 2025, ditemukan empat kontainer berisi rotan mentah yang dilarang ekspornya.

Direktur Polairud  Polda Kalbar, Kombes Pol Agusman, S.I.K., turut hadir dalam konferensi pers pengungkapan kasus penyelundupan rotan ilegal tersebut. 

Kehadiran Dirpolairud dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi nyata antar-Aparat Penegak Hukum (APH) di Kalimantan Barat dalam melindungi sumber daya alam nasional.

Sementara itu Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., dari tempat terpisah menegaskan dukungan penuh Polri terhadap langkah tegas ini.

"Polda Kalbar sangat mengapresiasi kerja sama lintas instansi ini. Kami berkomitmen untuk terus mengawal proses hukum yang berlaku dan memastikan pengawasan di pintu-pintu keluar wilayah Kalimantan Barat semakin ketat guna melindungi kekayaan alam nasional dari praktik ilegal yang merugikan ekonomi negara," tegas  Bambang.(*/r)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini