![]() |
| Monitoring langsung terhadap progres pekerjaan penimbunan Jembatan Sungai Menterap di Desa Sungai Sambang. (Foto:ist) |
Dalam peninjauan tersebut, Camat Mejeng memastikan bahwa pekerjaan penimbunan sudah mendekati tahap akhir. Saat ini, progresnya hampir tuntas dan menyisakan proses pemadatan yang sementara tertunda akibat kondisi cuaca.
“Kendala saat ini adalah pemadatan yang harus menunggu cuaca mendukung. Jika hujan turun, tingkat kepadatan tanah laterit bisa terganggu karena adanya pergeseran tanah,” jelasnya.
Ia mengapresiasi kerja sama dan dukungan dari berbagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Sekadau Hulu. Menurutnya, pekerjaan ini merupakan bagian dari swadaya dunia usaha dalam membantu pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sekadau, khususnya di wilayah Sekadau Hulu.
“Ini bentuk kepedulian perusahaan terhadap pembangunan daerah. Kami sangat mengapresiasi upaya bersama ini,” ucapnya.
Camat Mejeng juga menyampaikan harapan agar jembatan ini dapat berfungsi optimal pada akhir tahun 2025 sehingga masyarakat dapat menggunakan akses jalan dengan nyaman, baik dari arah Kayu Lapis menuju Rawak maupun sebaliknya.
Saat ini, jembatan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda dua, roda empat, bahkan roda enam. Namun, dirinya mengimbau pengguna jalan, khususnya kendaraan roda enam yang membawa muatan, agar membatasi kapasitas angkut selama masa pemadatan.
“Saya mengimbau kendaraan roda enam yang bermuatan agar mengurangi beban muatan. Ini untuk menjaga kondisi jembatan sementara proses pemadatan belum benar-benar tuntas,” tegas Camat Mejeng.
Ia berharap pekerjaan dapat segera rampung sepenuhnya sehingga jembatan bisa dimanfaatkan secara maksimal dan aman oleh masyarakat. (y)
