-->

Sekda Landak Membuka Acara Seni Tato Perform

Editor: Antonius
Sebarkan:

Sekda Landak saat membuka acara seni tato (foto Rus)
LANDAK, suaraborneo.id  - Sekretaris Daerah Kabupaten Landak Vinsensius, S.Sos,.MMA membuka acara seni tato Perform, di Diamond Coffee Jl. Afandi Arani jalur 2, Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Jumat (02/06/2023) malam.

Acara dihadiri oleh Anggota Komisi II DPR RI Drs. Cornelis,.MH, Bupati Landak Periode 2017-2022 dr. Karolin Margret Natasa,.MH, Camat Ngabang, Komunitas PTB, Blackjack, Mabuy Squad dan undangan lainya. 

Pada kesempatan tersebut Vinsensius yang mewakili PJ Bupati Landak menyampaikan bahwa seni tato ini sudah ada sejak 12.000 tahun sebelum Masehi, zaman dahulu tato sebagai macam ritual bagi suku-suku kuno seperti maori dari sebuah pulau di Polinesia pada Samuda Pasifik Selatan, Inca dari Peru, Ainu etnis pribumi di Hokkaido Jepang, termasuk Suku Dayak dari Pulau Kalimantan.

Acara seni tato 
Tato bagi masyarakat Dayak merupakan bagian dari tradisi, religi, status sosial sosial dalam masyarakat, serta bentuk penghargaan suku terhadap kemampuan seseorang.

Karena itu tato tidak bisa di buat sembarangan, ada aturan tertentu dalam pembuatan tato, baik pilihan motifnya, struktur sosial orang yang ditato, maupun penempatan tatonya. 

"Meski demikian secara religi tato memiliki makna sama dalam masyarakat Dayak, yaitu sebagai obor dalam perjalanan seseorang menuju alam keabadian setelah kematian," ujar Vinsensius.

Dikatakannya, pada masa kini tato dibuat sebagai bentuk mengekspresikan diri, pada hakekatnya manusia memang mempunyai hak penuh dalam membentuk dirinya, keluar dari norma-norma yang ada dalam kepercayaan yang dianut ataupun norma dalam masyarakat.

Pengekspresian emosional dan semacamnya bisa dijadikan artefak dalam bentuk tulisan, lagu dan hal lain yang disukai.

"Sekarang ini pengekpresian biasanya masuk kedalam bentuk kesenian yang menimbulkan sebuah estetika. Dan tato adalah contoh dari sebuah ide atau perwujudan ekspresi untuk menunjukan hal yang berbaur estetika tersebut, serta konsepnya adalah sebuah kesenian," kata Vinsensius.

Dijelaskannya, keahlian mentato sejatinya merupakan satu hal talenta artistik yang dapat membantu banyak orang untuk mengekspresikan jiwa seni, serta merasa lebih percaya diri dengan tubuh mereka, tetapi meniti karir sebagai seniman tato tidaklah mudah dengan stigma dari masyarakat kita yang menganggap bahwa orang bertato adalah preman.

"Namun jangan berkecil hati bagi para seniman tato, kerena setiap pekerjaan itu memiliki berbagai resiko, dijalani saja dan buktikan bahwa ini adalah jalan dan pilihan hidup yang di jalani dan bentuk pengekspresian diri dalam menjalani sebuah kehidupan," jelas Vinsensius.(Anton/Rus)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini