-->




Mengenal Anemia

Editor: Antonius
Sebarkan:

Foto istimewa
LANDAK, suaraborneo.id - Masyarakat agar mengenal apa yang dimaksud Anemia. 

Anemia merupakan kondisi di mana tubuh kekurangan hemoglobin atau sel darah merah yang sehat. Kondisi tersebut merupakan salah satu gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai. 

Anemia bisa terjadi sementara atau dalam jangka panjang dengan tingkat keparahan ringan sampai berat. Anemia merupakan gangguan darah atau kelainan hematologi yang terjadi ketika kadar hemoglobin atau Hb (bagian utama dari sel darah merah yang mengikat oksigen) berada di bawah normal. 

dr. Apriana Clara mengutip dari artikel Kedokteran, Orang dewasa dikatakan menderita anemia bila kadar hemoglobinnya di bawah 14 gram per desiliter untuk laki-laki dan kurang dari 12 gram per desiliter untuk wanita. 

Secara garis besar, anemia terjadi akibat tiga kondisi berikut ini:

1. Produksi sel darah merah yang kurang

2. Kehilangan darah secara berlebihan

3. Hancurnya sel darah merah yang terlalu cepat 

Berikut ini adalah jenis-jenis anemia yang umum terjadi berdasarkan penyebabnya:

1. Anemia akibat kekurangan zat besi

2. Anemia pada masa kehamilan

3. Anemia akibat perdarahan

4. Anemia aplastik

5. Anemia hemolitik

6. Anemia akibat penyakit kronis

7. Anemia sel sabit (sickle cell anemia)

8. Thalasemia

Gejala Anemia

tidak kalah pentingnya, kita juga perlu mengetahui tentang apa saja gejala anemia. Gejala anemia sangat bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Penderita anemia bisa mengalami gejala berupa:

1. Lemas dan cepat lelah

2. Sakit kepala dan pusing

3. Sering mengantuk, misalnya mengantuk setelah makan

4. Kulit terlihat pucat atau kekuningan

5. Detak jantung tidak teratur

6. Napas pendek

7. Nyeri dada

8. Dingin di tangan dan kaki

Gejala di atas awalnya sering tidak disadari oleh penderita, namun akan semakin terasa seiring bertambah parahnya kondisi anemia. 

Pencegahan Anemia.

Beberapa jenis anemia, seperti anemia pada masa kehamilan dan anemia akibat kekurangan zat besi, dapat dicegah dengan pola makan kaya nutrisi, terutama:

1. Makanan kaya zat besi dan asam folat, seperti daging, sereal, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau gelap, roti, dan buah-buahan

2. Makanan kaya vitamin B12, seperti susu dan produk turunannya, serta makanan berbahan dasar kacang kedelai, seperti tempe dan tahu

3. Buah-buahan kaya vitamin C, misalnya jeruk, melon, tomat, dan stroberi

4. Selain dengan makanan, anemia akibat kekurangan zat besi juga dapat dicegah dengan mengonsumsi suplemen zat besi secara rutin. 

5. Menjaga pola hidup bersih dan sehat sehingga terhindar dari anemia akibat penyakit kecacingan.  

Komplikasi Anemia

Jika dibiarkan tanpa penanganan, anemia berisiko menyebabkan komplikasi serius, seperti:

1. Kesulitan melakukan aktivitas akibat kelelahan

2. Masalah pada jantung, seperti gangguan irama jantung (aritmia) dan gagal jantung

3. Gangguan pada paru-paru, seperti hipertensi pulmonal

4. Komplikasi kehamilan, antara lain kelahiran prematur atau bayi terlahir dengan berat badan rendah

5. Gangguan proses tumbuh kembang jika anemia terjadi pada anak-anak atau bayi

6. Rentan terkena infeksi 

 Berdasarkan uraian di atas, penting bagi kita untuk  menjaga kesehatan diri sendiri beserta keluarga dengan pola makan gizi seimbang disertai perilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar dari anemia. (Opn)

Penulis : Clara. 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini