-->


Waspada Kecacingan

Editor: Antonius
Sebarkan:

Foto: dr. Apriana Clara

LANDAK, suaraborneo.id
- Masyarakat agar waspada terhadap penyakit kecacingan atau biasa disebut cacingan.

Cacingan masih dianggap sebagai hal sepele oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Padahal jika dilihat dampak jangka panjangnya, penyakit kecacingan menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi penderita dan keluarganya.

dr. Apriana Clara, menulis menurut Prof. Tjandra (Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan), kerugian akibat penyakit kecacingan tidak terlihat secara langsung, karena itu penyakit ini sering dianggap sepele oleh masyarakat.

 Cacingan terkadang bisa tidak menimbulkan gejala sama sekali. Walaupun bergejala, penyakit ini biasanya menyebabkan keluhan yang tidak khas dan bisa mirip dengan penyakit lain. 

Penyakit kecacingan dapat menyebabkan anemia (kurang darah), berat bayi lahir rendah, gangguan ibu bersalin, lemas, mengantuk, malas belajar, IQ menurun, prestasi dan produktivitas menurun

Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan,  jenis cacing yang banyak menyerang adalah cacing gelang (Ascaris Lumbricoides), cacing tambang (Ankylostoma Duodenale dan Necator Americanus), dan cacing cambuk (Trichuris Trichuria). 

Penyakit ini pada umumnya menyerang pada anak-anak karena daya tahan tubuhnya masih rendah. 

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah iklim tropis, kesadaran akan kebersihan yang masih rendah, sanitasi yang buruk, kondisi sosial ekonomi yang rendah, serta kepadatan penduduk.

Dikatakan lebih lanjut, satu ekor cacing dapat menghisap darah, karbohidrat dan protein dari tubuh manusia. Cacing gelang menghisap 0,14 gram karbohidrat & 0,035 gram protein, cacing cambuk menghisap 0,005 mL darah, dan cacing tambang menghisap 0,2 mL darah.

 Sekilas memang angka ini terlihat kecil, tetapi jika sudah dikalkulasikan dengan jumlah penduduk, prevalensi, rata-rata jumlah cacing yang mencapai 6 ekor/orang, dan potensi kerugian akibat kehilangan karbohidrat, protein dan darah akan menjadi sangat besar.

Kerugian akibat cacing gelang bagi seluruh penduduk Indonesia dalam kehilangan karbohidrat diperkirakan senilai Rp 15,4 milyar/tahun serta kehilangan protein senilai Rp 162,1 milyar/tahun. Kerugian akibat cacing tambang dalam hal kehilangan darah senilai 3.878.490 liter/tahun, serta kerugian akibat cacing cambuk dalam hal kehilangan darah senilai 1.728.640 liter/tahun.     

Dari data di atas, maka sangat penting bagi kita untuk melindungi diri dan keluarga dari penyakit kecacingan.

 Adapun beberapa langkah pencegahan yang dapat kita lakukan, antara lain:  

1. Cuci tangan secara teratur, terutama setelah buang air, mengganti popok bayi, sebelum memasak, dan sebelum makan.

2. Simpan daging mentah dan ikan dengan baik, kemudian masak hingga matang.

3. Cuci buah dan sayur dengan benar sebelum dikonsumsi.

4. Berikan obat cacing untuk binatang peliharaan, seperti kucing dan anjing, secara berkala.

5. Hindari berjalan tanpa alas kaki dan menyentuh tanah atau pasir tanpa sarung tangan.

6. Gunting kuku secara teratur dan hindari menggigit kuku. 

7. Sementara itu, bila kita terkena infeksi cacing, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mempercepat penyembuhan dan menghindari penyebaran telur cacing, antara lain:

a. Basuh bagian anus pada pagi hari untuk mengurangi jumlah telur cacing, karena cacing biasa bertelur pada malam hari.

b. Ganti pakaian dalam dan seprai setiap hari selama terinfeksi.

c. Cuci pakaian tidur, seprai, pakaian dalam, dan handuk dengan air panas untuk membasmi telur cacing.

d. Hindari menggaruk daerah di sekitar anus yang gatal.

e. Penyakit kecacingan sebaiknya tidak dianggap remeh. Jika ada anggota keluarga mengalami gejala penyakit kecacingan, berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui cara penanganan yang tepat.(Opn)

Penulis : Clara


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini