Maulid Tradisional di Kampung Longkam

Sebarkan:


SEKADAU, Suaraborneo.id - Sudah beberapa hari ini Maulid tradisional diadakan di Sekadau karena bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dan kali ini MTAMT melaksanakan maulid tradisional di Desa sungai Ringin kampung Longkam. 


Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan secara sederhana dan berbaur dengan budaya-budaya lokal di seperti Hadrah selawat Nabi Muhammad SAW yang dibawakan ibu-ibu tari Jefin yang dibawakan oleh Sanggar Al-Huda desa Sungai Ringin dan campuran dengan anak-anak dari daerah lainnya dalam acara kegiatan tari Jefin.


"Alhamdulillah kegiatan ini masih bisa dilaksanakan, mengingat sekarang masih dalam suasana pandemi Covid-19, dimana kerumunan menjadi sesuatu yang dilarang dan menjaga jarak serta diam di rumah menjadi sesuatu yang dianjurkan.

Dan disini kita selalu mengikuti porkes menyediakan cuci tangan pakai sabun, jamaah kita sarankan datang ke tempat maulid harus pakai masker katanya," kata Edi Asnawi selaku tokoh masyarakat setempat, Minggu (17/1).


"Kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam acara baik dari pelayanan dan sajian oleh panitia Maulid di masjid Baiturrahman," ucap Edi Asnawi. 


Selanjutnya, Ustadz Sunari mengatakan, maulid tradisional banyak manfaatnya. Dari kegiatan ini menjadi wadah silaturahim, mempererat persaudaraan dan menjadi wadah diskusi. Hal ini juga membina mental kebersamaan dan kegiatan maulid tradisional adalah budaya yang muncul di tengah semangat umat. 


"Tentu harus dipertahankan dan diperbaiki supaya agar menarik sebagai ajang menambah kecintaan kita kepada Rasulullah serta bagian dari amal jariah kita," ungkapnya. 


"Selain itu, kegiatan maulid tradisional dirangkai dengan kegiatan budaya lokal gunting rambut balita dan tari Jefin Maulida tradisional ini harus selalu kita lestarikan untuk menjalin silaturahmi dan menjaga budaya lokal kita seperti yang kita-kita lihat sekarang," pungkasnya. 


Hadir dalam kegiatan ini, ketua PHBI H. Salim, ketua MTAMT H. Bakar, Kades Sungai Ringin Abdul Hamid, tokoh pemuda Indra Suherman dan tokoh masyarakat setempat. (novi)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini