Dua Laboratorium Pemeriksaan PCR di Pontianak Dihentikan

Editor: Admin/gon author photo


Harisson

PONTIANAK, suaraborneo.id - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Pontianak menutup dua laboratorium yang selama ini digunakan untuk uji swab. Penutupan sementara dua laboratorium ini karena keakuratan hasil swab yang dihasilkan dinilai belum maksimal sehingga kedua Lab itu harus dilakukan uji mutu terlebih dahulu di Balitbangkes Jakarta.


“Jadi hari ini Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak telah memerintahkan ada dua laboratorium pemeriksaan PCR di Kota Pontianak yang harus dihentikan dahulu secara sementara kegiatan pemeriksaan Lab PCR nya,” uangkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson kepada wartawan, senin (30/11) sore.


Menurut Harisson, kedua laboratorium swasta ini selama ini memang telah melakukan pemeriksaan tetapi ada yang dikeluhkan oleh masyarakat, banyak masyarakat mengeluh setelah diperiksa satu di Lab Untan ternyata diperiksa di laboratorium tersebut negatif.


Ada juga masyarakat yang telah memeriksakan ke laboratorium tersebut negatif tapi ternyata beberapa hari kemudian menderita anosmia atau timbul penyakit atau setelahnya, setelah dia bertemu dengan rekan dan kontak eratnya lalu terkonfirmasi Covid-19. 


“Jadi berdasarkan keluhan-keluhan masyarakat ini kami memang meminta kedua laboratorium ini melakukan uji mutu dulu,” tegas Harisson.


Uji mutu hasil pemeriksaan laboratorium ini menurut Harisson disebut BME, dimana laboratorium yang bersangkutan diminta mengirimkan 20 sampel yang menurut pemeriksaan mereka positif dan 10 sampel yang menurut pemeriksaan mereka negatif.


“Nah, hasil dari 30 sampel ini di kirim ke Jakarta kirim ke Balitbangkes di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan. Nah, nanti hasil pemeriksaan itu dicocokan beberapa persen dari akurasi dari pemeriksaan laboratorium ini,” terangnya.


“Kedua laboratorium ini yang kami stop sementara aktivitas operasionalnya dalam pemeriksaan PCR itu sudah mengirimkan spesiman untuk uji mutu, tetapi memang belum dapat hasilnya. Karena hasilnya belum turun akurasi dari masing-masing laboratorum ini belum kita ketahui maka untuk sementara kita menyetop pemeriksaat RT-PCR dua laboratorium ini,” timpal Mantan Kepala Dinas Kesehtaan Kapuas Hulu ini.


Selain menghentikan sementara operasional kedua laboratorium di rumah sakit itu, kepala dinas kesehatan kalbar juga meminta agar pembuangan limbh lab di Rumah sakit itu juga harus diperhatikan agar tidak berdampak terhadap lingkungan sekitar yang berpotensi menimbulkan penyakit.


“Kedua laboratorium ini saya juga minta untuk memperhatikan tata cara pembuangan limbahnya, mereka harus perhatikan karena dikhawatirkan nanti limbah hasil pemeriksaan RT-PCR di laboratorium-laboratorium ini dapat mencemari lingkungan di sekitar laboratorium tersebut,” pinta Harisson dengan tegas.(TS).

Share:
Komentar

Berita Terkini