Bupati Karolin Resmikan Lokasi Wisata Gua Maria Riam Babut

Editor: suaraborneo.id author photo


LANDAK, suaraborneo.id
- Bupati Landak Karolin Margret Natasa meresmikan lokasi wisata alam air terjun Riam Babut, di desa Dara Itam 1, kecamatan Jelimpo kabupaten Landak Kalimantan Barat, Kamis (29/10/2020).

Selain lokasi wisata juga dibangun tempat wisata religi gua Maria air terjun Riam Babut tersebut.

Karolin menyampaikan apa yang sudah dilakukan itu merupakan langkah awal untuk pembangunan masyarakat.

Dia menegaskan ditempat wisata masyarakat harus mentaati protokol kesehatan Covid-19.

" Apa yang sudah di bangun ini agar sama-sama menjaga dan merawat agar bermanfaat bagi masyarakat," ucap Karolin.

Kades Dara Itam, Ardi Pranata, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten Landak, dan perusahaan dari HPI Agro yang sudah banyak membantu membangun lokasi Riam Babut di jadikan tempat wisata. Perusahaan sudah membuka akses jalan, untuk menuju Riam Babut, apa yang diperlukan dalam membangun lokasi tersebut, sudah dibantu oleh perusahaan.

" Kami berharap kedepannya masyarakat bersama pihak perusahaan tetap saling kerjasama, sehingga lokasi Riam Babut ini bisa menjadi tempat wisata dan bisa menopang penghasilan masyarakat setempat," harap Ardi.

Ardi mengakui, perusahaan sangat banyak membantu masyarakat dalam pembangunan lokasi Riam Babut ini, tak bisa dihitung jumlah yang sudah dibantu, karena pengerjaan dengan menggunakan alat berat.  

" Saya sangat berterima kasih karena jasa dari perusahaan sudah banyak membantu sehingga lokasi Riam Babut dan gua Maria ini bisa diresmikan oleh Bupati Landak Karolin Margret Natasa, " aku Ardi.


Sementara itu, Paulus Nokus, Corporate affair & CSR HPI Agro, menerangkan bahwa perusahaan berkerjasama dengan Pemerintah Desa Dara Itam dalam membangun wisata alam dan dengan paroki Jelimpo untuk wisata religi. Selain itu juga ada program kemandirian ekonomi kreatif untuk masyarakat yakni bidang peternakan, yaitu mengembangkan bibit perternakan ikan, babi, dan ayam. Jadi ada  tiga kelompok masyarakat di dusun Sawi ini.

"Selain itu juga masih banyak kelompok masyarakat yang dibantu oleh perusahaan. Untuk saat ini di kabupaten Landak secara keseluruhan sekitar 70an kelompok ternak yang dibina oleh HPI Agro. Kelompok ini tersebar di beberapa kecamatan," ungkap Nokus.

Nokus berharap dengan dibangunnya tempat wisata alam dan wisata religi ini bisa mengembangkan ekonomi mandiri masyarakat. Kalau tempat ini banyak dikunjungi wisatawan atau masyarakat luar, ini bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat.

"Budidaya ikan air tawar, diharapkan bisa membantu meningkatkan ekonomi keluarga. Bila kelompok ini lebih kreatif lagi dapat menjadi objek wisata pemancingan. Memancing sambil menikmati keindahan alam yang ada," harap Nokus. (Anton).


Share:
Komentar

Berita Terkini