Bupati Rupinus Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Kantor Desa Rawak Hilir

Editor: Redaksi
Peletakan batu pertama 
SEKADAU, suaraborneo.id - Bupati Sekadau Rupinus meletakan batu pertama pembangunan Kantor Desa Rawak Hilir pada Selasa (25/8/2020). Adapun kantor desa sedang dibantung yakni di Kalan Sulang Betung, Mondi dan Boti.

Ikut hadir mendampingi Bupati pada acara peletakan batu pertama itu antara lain, Kadis PMD, Kadis Koperasi, UKM, Kadis Pertanian, Camat Sekadau Hulu, Kepala Desa Rawak hilir.

Dalam sambutannya Bupati Sekadau Rupinus menuturkan Kabupaten Sekadau untuk tahun 2020 ada 14 Kantor Desa yang akan dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau.

"Kalau dulu, tahun 2017 ke bawah pengadaan kantor desa menggunakan sistim lelang atau tender. Anggarannya 300-an juta,.tapi perlu diketahui bahwa dalam proses tender terjadi tembak menembak hasil akhirnya jatuh juga pada angka 200-an juta juga. Seperti di Boti, itu salah satu hasil dari pada tembak menembak. Lalu Kemudian mulai tahun 2018 dibuat PL dengan pagu anggaran 200 juta dengan maksud supaya tidak pakai lelang dan dikerjakan secara swakelola, "ungkapnya.

Perkiraan tahun 2022 rampung, karena targetnya satu tahun 14 kantor desa. "Jadi agak cepat, jadi perkiraan kita 2021 atau paling lambat tahun 2022 sudah selesai semua kantor desa dari 87 desa di kabupatn Sekadau. Kita mau percepat pembangunan kantor desa ini, ada kantor desa yang sudah lama, kita rehap, kalau yang berada di area banjir silahkan cari lokasi baru. Cuma memang anggaran kita hanya 200 juta maksud kita dari anggaran 200 juta itu dibangun sampai dimana uangnya, kalau tidak cukup siasanya bisa menggunakan alokasi dana desa, buka dari dana pusat, "papar Rupinus.

Menurut Bupati, kenapa penting membangun kantor desa. Karena tidak mungkin kepala desa berkantor di rumah, kemudian bagaima bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat kalau tidak ada kantor desa.

“Kenapa kita penting membangun kantor desa, tidak mungkin kepada desa berkantor di rumah, bagaima bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat kalau tidak ada kantor desa. Kemarin itu ribut di media sosial, banyak yang protes bahwa kantor desa tidak perioritas, tapi bapak-bapak kepala desa luar biasa, kami tidak mau kalau pembangunan kantor desa itu ditunda, karena bapak kepala desa yang merasakan sendiri. Kalau ada yang mengatakan bahwa itu tidak perioritas,"beber Rupinus.

“Ini kita membangun desa, salah satunya yang kita perhatikan adalah kantor desanya. Bagaimana bisa memberikan pelayanan yang maksimal dan baik kepad masyarakat kalau tidak ada kantor desa. Ini puji tuhan di nanga taman tahun ini ada 2 kantor desa yang akan dibangun yaitu nanga mongko dan tapang tingang. Jadi dari 13 desa di kecamatan Nanga Taman, tinggal 1 kantor desa yang belum, tahun 2021 seelsai. Jadi selamat kepada masyarakat desa nanga engkulun, tolong dijaga, dipelihara benar-benar apalagi ini udah ada listrik ada internet jadi luar biasa,” papar Rupinus lulusan univeristas Indonesia ini.

Sementara itu Kepala Dinas PMD Bayu Dwi Harsono, mengatakan diketahui bahwa pemerintah kita telah membangun diberbagai sektor, banyak hal yang sudak dilakukan oleh pemerintah salah satunya pembangunan kantor desa Rawak Hilir.
Menurut Bayu saat ini juga Desa Rawak Hilir merupakan salah satu desa dari 15 desa yang mendapatkan bantuan pembangunan kantor desa. Dasar hukum untuk membangun kantor desa berdasarkan Surat Keputusan Bupati nomor 900/164/BPAD/2020 sebagai dasar untuk pelaksanaan kantor desa dengan nilai 200 juta yang merupakan bantuan dari kabupaten.

"Jadi kalau ada sanggahan mengatakan bahwa pembangunan desa tidak perioritas atau tidak mendesak sebenarnya salah, karena kantor desa ini sebagai salah satu simbol penyelenggaraan pemerintah,"katanya.

Bayu menegaskan, selama kepimpinan Bupati Rupinus dan wakil bupati aloysius terus terang saya katakan sisanya tinggal belasan kantor desa yang belum dibangun dari 87 desa yang ada di kabupaten Sekadau.

"Secara kualitas bisa ditanding kantor kesa kantor desa yang ada sekarang luar biasa bagus-bagus dan representatif sungat luar biasa. Saya yakin dan saya harapkan untuk kantor desa rawak hilir ini harus bagus kantornya,"ujarnya.

Sementara itu, Camat Sekadau Hulu Aloysius mengatakan bahwa desa rawak hilir saat ini terdiri dari dua dusun, dusun rawak hilir dan dusun jabai dengan luas 23,02 km2 dengan jumlahn penduduk 1835 jiwa.

Kemudian untuk status desa, desa Rawak Hilir berdasarkan indek desa membangun tahun 2020 sudah berada pada desa mandiri. Ini sebuah orestai yang luar biasa dan di kecamatan Sekadau Hulu baru dua desa yang berstatus desa mandiri yakni desa Rawak Hilir dan desa Rawak Hulu. Dari 15 desa yang ada di wilayah kecamatan sekadau hulu masih terdapat dua desa yang statusnya desa tertinggal yakni desa Perongkan dan desa Sunsong.

Sementara 11 lainnya kalau pada tahun 2019 status desa tertinggal naik kelas pada tahun 2020 menjadi desa berkembang .

“Jadi dari 15 desa yang ada di kecamatan sekadau, status desa mandiri ada dua, status desa berkembang ada 11 desa dan status desa tertinggal ada dua desa,” ujarnya.
Kades Rawak Hilir menyampaiakn ucapan terima kepada Bupati dan rombongan yang telah meletakan batu pertama pembangunan kantor desa Rawak Hilir.

“Mengucapkan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah kabupaten atas pemberian dana hibah untuk pembangunan kantor desa Rawak Hilir karena kantor desa yang lama sudah sangat tidak memadai untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sekali lagi terima kasih kepada bapak bupati dan kepala dinas PMD yang telah memberikan dana hibah ini. Apa yang kita lakukan hari ini yakni peletakan batu pertama pembangunan desa adalah semua upaya untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat, artinya suatu prestasi desa ini terhadap pembangunan . Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa pembangunan tidak perioritas, saya katakan bahwa pembangunan kantor desa itu sangat penting,” pungkasnya.

Sumber: rilis
Editor: Redaksi 
Share:
Komentar

Berita Terkini