Tabrak Dahan Sengkuang, Sonet Tewas di Sungai Ensayang Nanga Mahap

Editor: Redaksi
Korban saat di evaluasi 
SEKADAU, suaraborneo.id – Warga Dusun Nanga Ensayang, Desa Karang Betung, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau Kalbar bernama Sonet (62) tewas di Sungai Ensayang ketika pulang dari ladang karena sampan yang ia tumpangi menambrak dahan pohon Sengkuang yang condong ke Sungai, pada Selasa (14/7/2020).

Kapolsek Nanga Mahap, Iptu Ambril menjelaskan, kejadian itu bermula pada Selesa (14/7) sekitar pukul 07.00 WIB, korban bersama dengan kedua Anak Kandung dan satu orang keponakannya pergi ke ladang yang berjarak kurang lebih 3 Klimometer dari rumah korban melalui jalur air menggunakan sampan.

Setelah selesai bekerja di ladang, sekitar pukul 14.30 WIB, korban bersama kedua anak kandung dan satu orang keponakannya pulang ke Nanga Ensayang melalui sungai menggunakam sampan. Sekitar 30 menit menempuh perjalan, sampan tiba-tiba karam akibat menabrak dahan pohon sengkuang, karena debit air sungai meluap (air pasang) dan berarus deras.

“Sesaat setelah sampan karam, anak kandung korban dan keponakan korban berhasil meyelamatkan diri masing-masing ke tepi sungai, sedangkan korban tidak sempat menyelamatkan diri dan terbawa arus sungai dikarenakan korban tidak bisa berenang,” jelas Kapolsek Nanga Mahap, Iptu Ambril, Kamis (16/7) siang.

Kapolsek menambahkan, kedua anak kandung korban dan keponakan korban tidak bisa melakukan pertolongan terhadap korban karena arus sungai sangat deras, selanjutnya kedua anak kandung dan keponakan korban pulang ke Dusun Nanga Ensayang untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarganya dan warga Dusun Nanga Ensayang.

Setelah mendapat informasi tersebut, keluarga korban dan warga yang berjumlah kurang lebih 40 orang segera mencari korban dengan menggunakan 4 buah sampan menyusuri Sungai Ensayang. Sampai sekitar pukul 17.30 WIB, korban tidak ditemukan. Selanjutnya keluarga dan warga memutuskan untuk kembali ke Dusun Nanga Ensayang karena kondisi air sungai yang masih sangat deras dan membahayakan. 

Pada Rabu (15/7) sekitar pukul 06.00 WIB keluarga dan warga kembali melakukan pencarian terhadap korban dengan menyusuri sungai Ensayang, namun korban belum berhasil ditemukan.

Sekitar pukul 10.00 WIB keluarga dan warga melakukan pencarian dengan menyusuri sungai Kenyabur, setelah menyusuri sungai Kenyabur sekitar pukul 15.00 WIB, keluarga dan warga berhasil menemukan korban di Teluk Mawang Sungai Kenyambur yang berjarak kurang lebih 5 (lima) Kilometer di hilir sungai dari tempat kejadian Korban tenggelam.

“Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan tubuh tertimbun pasir disela-sela akar pohon, hanya bagian kaki korban yang terlihat diatas permukaan air sungai, selanjutnya korban dievakuasi dan segera dibawa ke Dusun Nanga Ensayang,” pungkas Kapolsek.

Petugas Polsek Nanga Mahap telah menyampaikan kepada pihak keluarga korban, bahwa terhadap korban perlu dilakukan Visum Et Repertum dan atau Otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban, namun pihak keluarga menolak dengan pertimbangan bahwa pihak keluarga korban telah mengetahui penyebab kematian korban yaitu karena tenggelam di sungai.(TS)

Editor: Asmuni 
Share:
Komentar

Berita Terkini