Kubu Raya Masuk Nominasi PPD 2020, Muda: Ini Kado di Tengah Pandemi

Editor: Redaksi
Muda Mahendrawan 
KUBU RAYA, suaraborneo.id – Keberhasilan Kabupaten Kubu Raya menembus sepuluh besar nasional ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2020 terasa membanggakan. Kubu Raya menjadi satu-satunya kabupaten dari pulau Kalimantan yang masuk dalam sepuluh besar nominasi nasional PPD 2020. 

Penghargaan Pembangunan Daerah adalah kompetisi bergengsi yang dihelat pemerintah pusat melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia. Kabupaten Kubu Raya berhasil masuk sepuluh besar melalui program inovasi kebijakan unggulan sektor kesehatan bernama Selasa-Jumat (Salju) Terpadu yang notabene baru berjalan selama setahun sejak medio 2019 lalu.

“Alhamdulillah baru berjalan setahun, inovasi kebijakan unggulan sektor kesehatan di Kubu Raya ‘Salju Terpadu’ langsung masuk sepuluh besar nasional dari 416 kabupaten se-Indonesia dalam kompetisi program inovasi pembangunan daerah PPD 2020,” ujar Muda Mahendrawan seusai mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021 bersama Presiden Joko Widodo via konferensi video di Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (30/4).

Atas keberhasilan itu, Muda Mahendrawan berterima kasih seluruh elemen yang terlibat. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi kebahagiaan di tengah musibah pandemi virus corona saat ini. “Terima kasih atas semua partisipasi luar biasa dari seluruh elemen di desa-desa dan doanya. Semoga ini menjadi kado yang sangat membanggakan dan membahagiakan suasana batin seluruh elemen rakyat Kubu Raya di masa pandemi wabah saat ini,” tuturnya. 

Muda menerangkan, program Salju Terpadu diadakan untuk mengejar percepatan peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan upaya pencapaian 12 indikator Standar Pelayanan Minimal di bidang kesehatan. Karena itu, pemerintah kabupaten berupaya membuat inovasi-inovasi dan kreativitas di sektor kesehatan. Melalui upaya kesehatan perorangan maupun upaya kesehatan masyarakat yang terintegrasi, berkesinambungan, terprogram, dan sistematis. Baik dengan target individu maupun masyarakat. 

“Pelayanan proaktif hari Selasa dimaksudkan sebagai pelayanan di luar gedung atau pusat pelayanan kesehatan yang langsung hadir di tengah masyarakat dari tenaga kesehatan untuk khusus bagi upaya peningkatan kesehatan masyarakat ibu dan anak. Sedangkan pelayanan hari Jumat dikhususkan dan difokuskan untuk upaya kesehatan bagi penyakit menular dan tidak menular,” terangnya. 

Muda juga mengapresiasi kerja keras jajaran dinas kesehatan khususnya tenaga medis dan kader-kader kesehatan di lapangan. Menurutnya, para tenaga medis dan kader kesehatan telah berjibaku bersama aparat desa di seluruh pelosok Kubu Raya.
"Dengan sistem 'kepung bakul' mengejar percepatan capaian Standar Pelayanan Minimal kesehatan, baik kesehatan ibu dan anak dalam penurunan AKI AKB serta stunting, maupun penurunan penderita penyakit menular dan tidak menular dengan kinerja terukur dan pelayanan maksimal tanpa biaya," sebutnya.

Ia mengapresiasi semua dokter, perawat, bidan, dan tenaga medis lainnya. Termasuk aparat desa, kader kesehatan desa, dan semua elemen lainnya. "Warga Kubu Raya patut bangga dengan keberhasilan program yang nyata dirasakan masyarakat di seluruh pelosok kampung ini," ucapnya.  

Penghargaan Pembangunan Daerah merupakan ajang evaluasi pembangunan daerah secara kreatif dan komprehensif dengan tiga tahap utama, yaitu penilaian dokumen, presentasi dan wawancara, dan verifikasi serta kunjungan lapangan. 

Adapun sepuluh kabupaten yang berhasil masuk sepuluh besar PPD 2020 yakni, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, Kabupaten Bangka Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Klungkung Bali, Kabupaten Musi Rawas Selatan, Kabupaten Poso Sulawesi Tengah, Kabupaten Samosir Sumatera Utara, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Sulawesi Utara, Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat, dan Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. (rio)

Editor: Asmuni 
Share:
Komentar

Berita Terkini