-->

Wakil Bupati Landak Erani ST Buka Suara Terkait Mediasi di PT SMS: "Kami Hadir untuk Solusi, Bukan Memihak"

Editor: Antonius
Sebarkan:

Wakil Bupati Landak Erani ST MT saat ditemui di kantornya (foto Antonius)

LANDAK, SUARABORNEO – viralnya video yang beredar di media sosial tentang wakil bupati Landak Erani ST MT bersitegang dengan kelompok masyarakat.

Wakil Bupati Landak, Erani ST MT, saat ditemui wartawan pada Rabu (18/02/2026) di kantornya memberikan klarifikasi mendalam terkait kehadirannya dalam upaya mediasi konflik industrial di PT SMS . 

Erani menegaskan bahwa kehadirannya merupakan representasi pemerintah daerah untuk mencari jalan tengah setelah belasan kali mediasi sebelumnya tidak membuahkan hasil.

"Saya menerima informasi bahwa sudah dilakukan mediasi sebanyak 15 kali, baik di tingkat desa, kecamatan, polsek, hingga secara pribadi. Undangan yang ke-16 ini saya hadir langsung untuk melihat titik permasalahannya," ujar Erani kepada awak media.

Kronologi Pertemuan yang Tertunda Erani menjelaskan bahwa pertemuan yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB tersebut dihadiri lengkap oleh unsur Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Perkebunan, Kapolsek, serta perwakilan desa dan dusun. Namun, hingga pukul 13.30 WIB, perwakilan karyawan yang keberatan dengan kehadiran manajer baru tidak kunjung hadir di lokasi yang telah ditentukan.

"Kami bahkan sudah mengutus tim untuk menjemput dan memberitahu bahwa rapat sudah siap. Namun, mereka (karyawan) justru meminta saya dan rombongan yang mendatangi mereka ke PKS. Padahal tempat dan waktu sudah jelas di undangan," jelasnya.

Pencegatan di Jalan dan Ketegangan, ketegangan sempat terjadi saat rombongan Wakil Bupati dalam perjalanan pulang akan melanjutkan menuju Pontianak. Di tengah jalan, rombongan dihentikan oleh sekelompok karyawan. 

Erani mengaku sempat mendapatkan protes keras, bahkan ada upaya pengambilan dokumentasi video secara sepihak yang kemudian viral dengan narasi yang dianggap menyudutkan.

"Mereka sempat memojokkan saya. Saya katakan, saya hadir di sini sebagai bagian dari pemerintah, pengurus koperasi, sekaligus pemilik lahan. Dengan mogoknya pabrik, banyak pihak yang dirugikan, termasuk saya yang memiliki lahan hampir 300 hektar di sana," tegas Erani.

Harapan untuk Keberlangsungan Perusahaan, lebih lanjut, Erani mengingatkan bahwa ada sekitar 3.500 tenaga kerja yang menggantungkan nasib di PT SMS dan PT MAK. Perputaran uang yang mencapai lebih dari Rp 3 miliar setiap bulan sangat krusial bagi ekonomi daerah.

"Tujuan saya ikut turun tangan agar opsi sanksi terakhir dari perusahaan tidak perlu dilakukan. Saya ingin mengedukasi semua pihak agar tetap konsisten pada aturan adat dan hukum yang berlaku. Jangan sampai perusahaan tutup karena kita tidak bisa berdialog dengan kepala dingin," pungkasnya.

Erani berharap masyarakat dan karyawan tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang tidak menampilkan konteks pembicaraan secara utuh.

 Ia memastikan pemerintah tetap berada di tengah untuk menjaga iklim investasi sekaligus melindungi hak-hak masyarakat Landak.

Pihak perusahaan saat ditemui wartawan 
Ditempat terpisah, Pihak manajemen PT SMS (Sarana Multi Sukses) akhirnya mengambil keputusan tegas 

HRD Manager PT SMS, Hamdan Siadari, menjelaskan bahwa rapat mediasi yang digelar pada 10 Februari 2026 sebenarnya telah mengundang perwakilan karyawan yang menolak kehadiran pimpinan baru. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, pihak karyawan tidak hadir untuk berdialog langsung dengan Wakil Bupati Landak dan jajaran dinas terkait.

Keputusan Manajemen: Operasional Tetap Berjalan Berdasarkan hasil rapat tersebut, manajemen memutuskan bahwa operasional pabrik di bawah kepemimpinan Mill Manager, Bapak Ronald Siraid, harus tetap berjalan sesuai mandat perusahaan.

"Kami mengambil sikap bahwa bagi karyawan yang bersedia mengikuti SOP perusahaan, dipersilakan bekerja seperti biasa. Namun, bagi yang tetap menolak tanpa dasar yang kuat, perusahaan terpaksa memberlakukan sanksi tegas hingga Pemutusan Hubungan Industrial (PHI)," ujar Hamdan Siadari saat memberikan keterangan kepada media.

Langkah ini diambil untuk menjaga keberlangsungan perusahaan dan melindungi ribuan tenaga kerja lain yang bergantung pada operasional pabrik tersebut.

Klarifikasi Insiden Penghadangan Wakil Bupati Hamdan juga memberikan klarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan penghadangan rombongan Wakil Bupati Landak oleh sejumlah karyawan di tengah jalan. 

Menurutnya, kejadian itu terjadi di luar kendali manajemen saat Wakil Bupati hendak kembali menjalankan tugas dinasnya.

"Rombongan beliau dicegat di jalan oleh beberapa karyawan yang ingin bertanya langsung. Kami melihat Pak Wakil Bupati dengan bijak turun untuk menemui mereka. 

Kehadiran beliau sejak awal adalah murni atas undangan resmi kami untuk membantu menyelesaikan persoalan penolakan manajer PKS ini secara baik-baik," tambah Hamdan.

Himbauan kepada Karyawan Pihak manajemen berharap seluruh karyawan dapat bersikap profesional dan memahami bahwa pergantian kepemimpinan adalah wewenang penuh perusahaan demi kemajuan bersama.

 Manajemen PT SMS menegaskan komitmennya untuk tetap mematuhi aturan hukum dan adat yang berlaku di Kabupaten Landak dalam menyelesaikan sengketa ini.(Anton)






Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini