-->


Melkianus: Hari ini Kita Sudah Mengalami Deflasi Sekitar 0,96 Persen

Editor: Asmuni
Sebarkan:

Operasi Pasar Bahan Pangan di Sintang. Foto: kf
Sintang Kalbar, Suaraborneo.id - Wakil Bupati Sintang, Melkianus, meninjau pelaksanaan Operasi Pasar Bahan Pangan yang dilaksanakan di kawasan Pasar Masuka, pada Jumat, (16/9/2022).

Pelaksanaan operasi pasar bahan pangan tersebut dilaksanakan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Barat bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM, dan instansi terkait, Badan Urusan Logistik (Bulog) dan beberapa stakeholder terkait. 

Pada kesempatan ini, Melkianus mengatakan, dilaksanakannya operasi pasar ini merupakan salah satu upaya untuk menekan inflasi yang terjadi di Kabupaten Sintang. 

“Pagi hari ini dilaksanakan operasi pasar di kawasan pasar Masuka Sintang. Ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah kepada seluruh masyarakat dalam rangka menekan inflasi yang terjadi di Kabupaten Sintang,” kata Melkianus. 

Wakil Bupati Sintang juga meminta kepada masyarakat untuk tidak panik menghadapi situasi seperti ini. 

“Kami harap kepada seluruh masyarakat agar tidak merasa panik disaat situasi seperti ini, seperti dalam pernyataan Presiden Republik Indonesia kemarin yang menyatakan bahwa Kabupaten Sintang salah satu kabupaten penyumbang inflasi tertingi di Indonesia yang masuk dalam 10 besar,” pesan Melkianus. 

“Hari ini kita tunjukkan semuanya, agar bisa teratasi, yang pada intinya, stok di Sintang itu ada, harga kita minta stabil, kalaupun ada kenaikan haruslah kenaikan yang wajar, selain itu juga terkait pernyataan Presiden tentang inflasi di Sintang ini sudah terjadi sebelum BBM mengalami kenaikan harga,  dihitung dimulai dari Agustus 2021 hingga Agustus 2022, dan memang kenaikan ini lebih tinggi pada bulan November 2021 ketika saat itu Sintang mengalami musibah bencana banjir," jelasnya. 

"Tetapi hari ini kita sudah mengalami deflasi sekitar 0,96 persen untuk di Kabupaten Sintang. Intinya masyarakat jangan takut, stok untuk 3 bulan kedepan masih ada, dan kita akan monitoring terus terkait harga dan kita akan selalu melakukan operasi pasar,” tambah Wakil Bupati Sintang. 

Selain itu juga, Wakil Bupati Sintang mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan upaya-upaya mengendalikan inflasi dimulai dari lingkungan sekita. 

Wakil Bupati Sintang menegaskan bahwa komoditas di Kabupaten Sintang tidak kurang, namun faktor dari infrastruktur kurang baik maka itu juga merupakan salah satu terjadinya inflasi. 

“Dengan demikian saya berharap kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi, kita harus bekerjasama membantu terkait infrastruktur jalan, sehingga masyarakat bisa menjual hasil komoditas ke kota dengan harga yang lebih murah. Intinya komoditas kita itu ada, hanya memang infratrstuktur yang belum memadai,”  pungkasnya. (kf/as) 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini