GFA Gelar Mubes Ke VII di Pontianak

Sebarkan:

Musyawarah besar (Mubes) ke VII yang dipusatkan di Kota Pontianak, provinsi Kalimantan Barat dari 11 sampai 13 Mei 2022.
PONTIANAK, Suaraborneo.id – Pengurus pusat Gereja Firman Allah (GFA) Republik Indonesia melaksanakan musyawarah besar (Mubes) ke VII yang dipusatkan di Kota Pontianak, provinsi Kalimantan Barat dari 11 sampai 13 Mei 2022.

Mubes ini diawali dengan ibadah bersama dan dibuka oleh Direktur urusan agama Kristen Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Jannus Pangaribuan.

Mubes ini diikuti oleh seluruh pengurus GFA di seluruh provinsi di Indonesia, baik secara langsung maupun secara virtual. Hal itu mengingat saat ini masih ditengah pandemi Covid-19, sekaligus sebagai dukungan pengurus GFA terhadap program pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Untuk mengikuti Mubes ini, panitia mewajibkan peserta sudah mengikuti vaksinasi lengkap dan mematuhi protokol kesehatan, jika tidak, maka peserta tidak diperbolehkan mengikuti acara.

Ketua panitia Mubes VII Gereja Firman Allah, Pendeta Lukiyus menjelaskan, kegiatan ini merupakan keputusan tertingi dalam sebuah organisasi. Selain beragendakan memilih pengurus, dalam kegiatan ini juga untuk mengesahkan perubahan anggaran dasar dan angaran rumah tangga (AD/ART) organisasi.

Selain itu, Mubes ini juga untuk melakukan evaluasi organisasi dan program kerja yang akan dilakukan pada kepengurusan mendatang.

“Dalam kegiatan musyawarah besar ini salah satunya memilih ketua umum Gereja Firman Allah untuk periode 2022-2027,” kata pendeta Lukiyus, usai pembukaan Mubes VII GFA di Pontianak, Rabu (11/05/2022) malam.

Lukiyus menambahkan, dalam kegiatan ini juga dibahas bagaimana pemimpin dan umat bisa membantu program pemerintah. Salah satu program yang dilakukan yakni dalam penanganan Covid-19 seperti sosialisasi vaksinasi kepada umat.

“Kita juga mendokan pemerintah supaya tetap sehat dan bangsa kita dalam keadaan aman dan tentram,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum GFA Indonesia, pendeta Imponius, menegaskan, pihaknya berharap agar gereja tetap konsisten dalam menjalankan visi misinya, yakni memberikan pelayanan kepada umat yang belum terjangkau di daerah pedalaman.

Saat ini GFA sudah beranggotakan sekitar 15 ribu yang tersebar di seluruh Indonesia. Program pemerintah melalui kementerian agama yakni moderenisasi agama dalam merawat dan menjaga keberagaman antar umat beragama juga menjadi atensi serius yang disampaikan kepada pemimpin hingga kepada umat.

“Harapan kita, gereja ini tetap konsisten dengan visi misinya,” tegasnya. (TN).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini