Boyman Akui, Harga Minyak Goreng Naik Mencapai 6 Persen

Sebarkan:

Boyman, pemilik toko Mandiri 2
Sekadau Kalbar, Suaraborneo.id - Kenaikan harga minyak goreng di pasaran tepatnya di tokoh sembako, mencapai 6 persen, hal ini dikatakan pemilik toko Mandiri 2, Boyman saat diwawancari Suaraborneo.id, bertempat di toko Mandiri 2 Pasar Kapuas Sekadau. Minggu (9/1/22). 

Dalam kesempatan tersebut Pemilik toko Mandiri 2, Boyman mengatakan kenaikan harga minyak goreng dimulai sejak bulan Oktober 2021 hingga saat ini, kenaikan harga  mulai dari Rp176.000 perdus sampai Rp230.000 perdus dan kenaikannya mencapai 6 persen. 

"Kenaikan harga minyak goreng ini dikarenakan bahan bakunya naik yakni naiknya harga sawit sekarang dan untuk setiap merek itu kenaikannya berbeda tapi setara ada kenaikan," ujarnya

"Untuk saat ini kita ambil stok di Pontianak, stok saat ini masih aman hanya saja harga yang mengalami kenaikan dan untuk saat ini kenaikan harga tidak ada masalah pada penjualan mungkin karena perekonomian semakin membaik," tambahnya

Salah seorang konsumen toko Mandiri 2, Supardi (40) warga Desa Sungai Ringin mengatakan dengan kenaikan harga minyak goreng tersebut cukup menjadi kendala bagi masyarakat yang kurang mampu dalam membeli minyak goreng yang merupakan bagian dari kebutuhan pokok. 

"Naiknya harga minyak goreng menjadi kesulitan bagi kami yang kurang mampu karena harus menambah biaya pengeluaran dan kami juga harus menghemat penggunaan minyak goreng untuk kebutuhan mengingat biaya pengeluaran untuk membelinya cukup tinggi serta kami juga harus pilih-pilih tempat yang murah untuk membeli minyak goreng tersebut," jelasnya 

"Kami berharap ada perhatian dari Pemerintah agar bisa menurunkan atau  subsidi harga minyak goreng," pungkasnya. (Novi).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini