Proyek Milyaran Rupiah di Kecamatan Monterado Tidak Diketahui oleh Kementrian BPDAS HL Kalbar

Sebarkan:


Bengkayang Kalbar, suaraborneo.id - Proyek Pekerjaan Pemulihan Lahan bekas tambang yang terletak di Desa Menterado, Kecamatan Menterado, Kabupaten Bengkayang oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Dan Hutan Lindung (BPDAS HL) di keluhkan oleh Kepala Desa dan warga. Sebab, proyek tersebut di duga asal jadi. 


"Saya sebagai kepala Desa Monterado tentunya mengucapkan terimakasih kepada pihak pemerintah, karena desa saya mendapat perhatian khusus dan ini anggaran dari Kementrian melalui APBN. Mengenai hal-hal yang tidak sesuai dengan kegiatan tersebut itu bukan kewenangan saya, kenapa saya berbicara demikian karena Spack dan RAB-nya kita tidak pegang dan siapa yang terima pekerjaan kita tidak tahu. Mengenai jalur tracking itu apakah di pasang Vaping atau bagaimana saya juga tidak tahu serta masalah tanaman itu banyak yang mati. Seharusnya tumbuh dengan baik. Masalah tanaman seharusnya di gali lobangnya kemudian tambah humus. Ini datang tinggal tanam. Untuk lahan tempat kegiatan proyek adalah murni tanah milik desa dan tidak di jual belikan jadi dari desa cukup hanya menyiapkan lahan saja," kata Samaani  Kepala Desa Monterado kepada media ini, Senin (24/5).


"Kalau seandainya pekerjaan atau kegiatan tersebut selanjutnya di serahkan ke pihak desa kami siap. Namun kalau bermasalah kami juga tidak konyol terima hal yang kurang beres, kita mau lihat dulu apa yang akan di serahkan,kalau seandainya tanaman yang di tanam 2000 namun yang hidup 500 tentunya kita mau terima keterangan sesuai dengan data yang ada,dan dampak positif dari adanya proyek ini masih belum maksimal," timpalnya 


Di konfirmasi kepada pihak kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalimantan Barat Seksi Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (RHL), Satriadi  mengatakan,  "Maaf Bg sy sudah coba tanya-tanya sama teman teman di sini nga ada yang punya kontak direktorat tsb, saya hanya bisa bantu cari alamat Dirjennya saja. Dan Beliau juga mengatakan Dalam hal ini kami tidak mengetahui adanya kegiatan proyek tersebut,"  kata Satriadi via Akun WhatsApp-nya kepada awak media ini. 


Penulis : Yupendri/Tim

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini