LANDAK, Suaraborneo.id – Kepolisian Resor (Polres) Landak menggelar kegiatan pembinaan Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdar Kamtibmas) sebagai upaya meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat jalinan kemitraan antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif.
Kegiatan berlangsung di ruang BKPM Polres Landak, Rabu (16/9/2026), dan dibuka oleh Kasubdit Binpolmas Polda Kalimantan Barat AKBP Asmadi, S.I.P., M.M.
Kegiatan tersebut dihadiri Kabag Ops Polres Landak Kompol Imbang, Sulistyono SH.MHKasat Binmas Polres Landak AKP Andreas Quinn Haryono Putra S.Tr.K.MH. beserta jajaran, serta pengurus dan anggota Pokdar Kamtibmas Polres Landak.
Dalam sambutan Kapolres Landak yang dibacakan Kabag Ops Polres Landak Kompol Imbang Sulistyono SH.MH, disampaikan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.
Menurutnya, keterbatasan Polri dalam menjangkau seluruh wilayah secara terus-menerus membuat keberadaan mitra kepolisian di tengah masyarakat menjadi penting.
“Polri membutuhkan mitra yang hidup di tengah-tengah masyarakat, mitra yang mengenal karakter wilayahnya dan mampu menjadi mata serta telinga terhadap setiap potensi gangguan yang ada di wilayah kita,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Pokdar Kamtibmas disebut sebagai salah satu mitra strategis Polri yang secara sukarela membantu menjaga Kamtibmas melalui deteksi dini, penyampaian informasi, menjadi teladan di lingkungan masyarakat serta membantu penyelesaian persoalan melalui musyawarah.
Namun, Pokdar Kamtibmas bukan pengganti tugas kepolisian dan tidak memiliki kewenangan seperti penyelidikan maupun penyidikan.
“Pokdar berperan sebagai garda terdepan yang menjalankan fungsi perbantuan pertama bagi keluarga, sanak saudara serta masyarakat di sekitarnya yang membutuhkan bantuan dalam hal mengalami gangguan Kamtibmas maupun konflik,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, anggota Pokdar diharapkan aktif melaporkan berbagai potensi gangguan keamanan kepada kepolisian setempat, seperti adanya kelompok mencurigakan, dugaan peredaran narkoba, kenakalan remaja maupun persoalan lain yang berpotensi meresahkan masyarakat.
Selain itu, Pokdar juga diharapkan menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat dengan menaati hukum dan menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas dalam berbagai kesempatan.
Kegiatan pembinaan tersebut juga memberikan materi mengenai tugas dan kewenangan kepolisian, khususnya fungsi lalu lintas. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi anggota Pokdar untuk ikut memberikan edukasi kepada masyarakat.
Gangguan Kamtibmas di jalan raya, mulai dari pelanggaran lalu lintas hingga kecelakaan, dinilai perlu dicegah sejak dini. Karena itu, anggota Pokdar diharapkan peka terhadap berbagai perilaku yang berpotensi membahayakan, seperti anak di bawah umur mengendarai sepeda motor, kendaraan yang tidak layak digunakan, aksi balap liar maupun kebiasaan berkendara ugal-ugalan.
Sementara itu, Kasubdit Binpolmas Polda Kalbar AKBP Asmadi mengatakan Pokdar Kamtibmas merupakan salah satu mitra Polri dalam membantu menciptakan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.
Menurutnya, selain Pokdar Kamtibmas, terdapat sejumlah kelompok masyarakat yang menjadi mitra Polri, di antaranya Senkom dan Keluarga Besar Putra-Putri Polri.
“Kami di Polda untuk kegiatan tiga itu selalu hadir setiap kegiatan. Apa saja kegiatannya, selalu kita libatkan. Semoga nanti di Polres juga sama, dilibatkan untuk Pokdar, Senkom dan Keluarga Besar Putra-Putri Polri,” ujar Asmadi.
Ia mengatakan pembinaan Pokdar merupakan bagian penting dalam meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia anggota Pokdar Kamtibmas sebagai mitra strategis Polri.
Menurutnya, tantangan Kamtibmas saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi dan media sosial. Selain kejahatan konvensional, masyarakat juga menghadapi penyebaran berita atau rumor bohong, potensi konflik sosial hingga kejahatan berbasis teknologi.
“Kondisi Kamtibmas saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Dalam menghadapi berbagai tantangan global, Polri tidak dapat bekerja atau berdiri sendiri, melainkan diperlukan sinergi, komunikasi, koordinasi dan partisipasi aktif dari masyarakat,” katanya.
Asmadi berharap anggota Pokdar Kamtibmas tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga aktif melakukan pencegahan dan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan di lingkungan masing-masing.
Ia juga mengingatkan agar anggota Pokdar mengedepankan sikap humanis, komunikatif dan santun serta tetap menghormati hukum dan norma yang berlaku.
“Apabila menemukan permasalahan atau potensi gangguan keamanan, agar segera dikoordinasikan dan dilaporkan kepada petugas kepolisian terdekat. Jangan mengambil tindakan sendiri yang dapat menimbulkan permasalahan baru dan merugikan diri sendiri,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Asmadi juga menyinggung kondisi musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk Pokdar Kamtibmas, untuk bersama-sama membantu mencegah dan menangani potensi Karhutla.
“Karena saat ini kita menghadapi musim kemarau, musim Karhutla. Kita bahu-membahu. Pokdar itu bisa berperan,” ujarnya.
Ia mencontohkan kegiatan dialog bersama Pokdar, Senkom dan Keluarga Besar Putra-Putri Polri yang pernah dilakukan dalam kegiatan coffee morning di Sungai Raya Dalam. Menurutnya, kegiatan semacam itu dapat menjadi ruang komunikasi dan bertukar informasi antara kepolisian dan masyarakat.
Melalui pembinaan tersebut, diharapkan keberadaan Pokdar Kamtibmas di Kabupaten Landak semakin aktif dalam membangun komunikasi dengan masyarakat serta membantu kepolisian melakukan pencegahan dan deteksi dini berbagai potensi gangguan Kamtibmas.
Dengan sinergi antara Polri dan masyarakat, upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Landak diharapkan dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.(Anton)





