-->

DLH Sanggau Angkut 13 Ton Sampah Usai Gawai Adat Dayak, Marselus: Perlu Antisipasi Sampah di Setiap Event Besar

Editor: Redaksi
Sebarkan:

Tampak sampah berserakan di depan Rumah Betang Raya Dori Empulor usai Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi Ke-XXI Kabupaten Sanggau tahun 2025. (Foto:tk) 
Sanggau, Kalbar, (SB) – Usai berakhirnya perhelatan akbar Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi Ke-XXI Kabupaten Sanggau tahun 2025, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau bergerak cepat bersama Seksi Kebersihan Panitia Gawai untuk membersihkan kawasan Rumah Betang Raya Dori Empulor dari timbunan sampah yang tersisa selama acara berlangsung.

Dari hasil pembersihan yang dilakukan sejak penutupan acara, DLH mencatat telah mengangkut kurang lebih 13 ton sampah yang menumpuk selama tiga hari pelaksanaan Gawai Adat Dayak tersebut.

“Untuk saat ini kami masih terus melakukan pembersihan dan penyisiran di area sekitar Rumah Betang,” ujar Marselus Junihardi, Sekretaris DLH Kabupaten Sanggau, saat dikonfirmasi media.

Marselus menjelaskan bahwa tim kebersihan dari DLH telah melakukan antisipasi sejak sebelum acara dimulai, melalui kegiatan kerja bakti serta penjadwalan piket kebersihan secara bergilir.

“Sebelum kegiatan dimulai, kami sudah menerapkan sistem piket dengan mengerahkan 29 personel. Seluruh pegawai DLH juga kami libatkan dalam kerja bakti demi memastikan kawasan acara tetap bersih dan nyaman,” tambahnya.

Namun demikian, pihaknya masih menemukan banyak sampah yang tercecer akibat pengunjung yang tidak disiplin dalam membuang sampah. Untuk itu, Marselus menyampaikan imbauan agar masyarakat dan pengunjung ke depannya lebih sadar dan tertib dalam menjaga kebersihan lingkungan saat menghadiri event-event serupa.

“Kami mengajak seluruh pengunjung agar membuang sampah di tempat yang telah disediakan panitia. Ini penting, agar sampah tidak berserakan dan menimbulkan kesan kumuh,” ujarnya.

Sebagai bahan evaluasi bersama, Marselus menegaskan pentingnya setiap panitia pelaksana acara, baik itu kegiatan pemerintahan, kemasyarakatan, hiburan rakyat, maupun keagamaan, untuk mengantisipasi potensi timbulan sampah sejak awal perencanaan.

“Setiap event besar yang melibatkan massa, seharusnya ada manajemen pengelolaan sampah yang jelas. Jangan sampai urusan kebersihan hanya dibebankan ke DLH saja. Semua harus terlibat, termasuk panitia dan peserta,” tegas Marselus.

DLH Sanggau juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya kebersihan lingkungan melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor. Sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan bagian dari kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga citra dan keindahan wajah kota. (tk)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini